1. Milkshake

    Milkshake

  2. Fucktionairy.

    Fucktionairy.

  3. Srsly

    I hate being told.

  4. Summary

    I could always find good things in bad movies as well as finding bad things in good books—this pretty much sums up what I’ve been learning from my jobs, both the previous and the present one.

  5. "If you live off a man’s compliments, you’ll die from his criticism"

    Cornelius Lindsey

    (Note to self)

  6. "I might be fat but you’re ugly and I can diet."
    Read it somewhere, bcs seriously, calling someone fat doesn’t make us any prettier.
  7. Of Mice and Men

    Nggak, ini bukan mau ngebahas bukunya John Steinback. Soal tikus dan orang dewasa. Iya, ini tentang kamu.

    Kalau ingat sama kamu, saya jadi kesal sama diri sendiri. Yang selalu mencoba objektif, positif, dan komprehensif dalam memandang apa pun. Beda sama urusan cinta-cintaan, yang harusnya saya lebih pakai otak daripada terlalu percaya sama hati, kalau sama kamu kayaknya otak saya harus sesekali dengerin apa kata hati.

    Kalau kamu itu beneran busuk dan nggak ada bagus-bagusnya sama sekali.

    Apalagi kalau kemauan kamu itu beneran terjadi. Itu bakal jelas banget kalau tujuan awal kamu cuma memperkaya diri sendiri.

    Save KPK. Karena selama dia ada, saya nggak perlu takut saat kamu mulai mengerat dan mencicit.

  8. Sano

    Samurai X tuh kayak F1. Sebenernya gue nggak suka-suka amat, tapi di F1 ada Kimi dan di Samurai X ada Sano. Super ngefans sama mereka berdua. Dulu gue nggak suka komik, tau Sano cuma dari nonton film kartunnya. Baru sekarang nih bisa baca komiknya (dan ngoleksi, yay!) yang baru dicetak ulang. Dan, subhanallah… Sano-nya ganteng banget :”D jadi ngerti konsep hentai yang sebelumnya menurut gue aneh bgt kenapa orang bisa pada suka hahahah.

  9. Pilih

    Gatel dari kemarin pengini ngomong ini but it seems like ppl around me are sceptic already. Jadi tulis di sini aja deh, daripada gemes sendiri.

    Soal pilkada nggak langsung. Not that I’m fond of political stuffs. Cuma suka kesel aja sama orang pesimis dan judgemental, dalam hal apa pun.

    Oke, jadi gini. Setau gue dalam trias politica itu ada tiga komponen—legislatif, eksekutif, yudikatif. Yudikatifnya kita abaikan dulu karena masalahnya ada di dua komponen pertama. Nah, sekalipun mereka jalan bertiga, tapi kayak orang ngeliatnya penguasa tuh ya Presiden/Gubernur/Walikota dst (eksekutif) dan mengabaikan peran DPR/DPRD (legislatif). Jeleknya lagi, orang udah keburu ngecap kalo anggota dewan tuh korup, gabut, bego, anything bad just name it. Udah apatis duluan. Belakangan mulai muncul pimpinan daerah yang ngasih angin segar buat masyarakat. Masyarakat pun percaya kalo sang pemimpin itu semacam juru selamat yang bisa kerja sendiri melawan tikus-tikus yang bisanya cuma makan duit rakyat.

    Masalah besarnya satu: tikus-tikus itu lo juga yang pilih, nyet! Ke mana lo saat kacrut-kacrut itu menang melawan calon yang jauh lebih kompeten? Lebih jauh lagi, ke mana lo lo pada yang lebih kompeten saat kacrut-kacrut nggak tau diri itu berani-beraninya nyalonin diri jadi wakil lo di dewan? Wake up, ppl, more or less the fault is ours! Pemimpin daerah sebagus apa pun juga nggak bisa kerja sendiri karena kekuasaan eksukutif nggak mutlak. Lagian lo juga pasti ngamuk lagi kalo kekuasaan eksekutif mutlak karena itu namanya dictatorship.

    Gue nggak bicara atas nama golongan apalagi partai tertentu. No shit, I do hate em as much as you might do. Tapi kalo kejadiannya udah begini, ya refleksinya balik ke kita lagi juga. Supaya nggak apatis sama pemilu legislatif. Supaya lebih cerdas dalam memilih mereka yang bakal ngomong atas nama kita. Supaya sadar kalau yang harus bersih nggak cuma eksekutifnya, tapi legislatif (dan yudikatif) juga. Dan siapa yang bisa melakukan itu semua? Ya kita, dan caranya “semudah” datang ke TPS dan pake hak lo untuk memilih mereka yang lo yakini bakal ngasih perubahan baik, seyakin lo milih Jokowi atau Prabowo di Pilpres kemarin. Riset lah vro kalo gak kenal sama orangnya. Show them that they can’t shut us up thru this downgraded system. Yah walaupun milihnya masih 5 taun lagi, sih. Pelajaran mahal.

About me

I love puns. I love rhymes. I love words. And the beauty they possess. And the joy they bring. And the way they make me feel.

Likes